Persentase lulusan pendidikan tinggi alias sarjana yang menganggur cenderung naik dari tahun ke tahun. Berikut persentase lulusan sarjana yang menganggur dari tahun 2022 hingga 2026 sesuai data yang dirilis oleh BPS:
- Februari 2022
Jumlah Sarjana Menganggur dan Persentase Sarjana Menganggur: 884.769 (10.5%)
- Agustus 2022
Jumlah Sarjana Menganggur dan Persentase Sarjana Menganggur: 753.732 (9.4%)
- Februari 2023
Jumlah Sarjana Menganggur dan Persentase Sarjana Menganggur: 787.973 (10%)
- Agustus 2023
Jumlah Sarjana Menganggur dan Persentase Sarjana Menganggur: 871.860 (12.1%)
- Februari 2024
Jumlah Sarjana Menganggur dan Persentase Sarjana Menganggur: 842.378 (11.3%)
- Agustus 2024
Jumlah Sarjana Menganggur dan Persentase Sarjana Menganggur: 1.010.652 (13.9%)
- Februari 2025
Jumlah Sarjana Menganggur dan Persentase Sarjana Menganggur: 904.440 (12.1%)
- Agustus 2025
Jumlah Sarjana Menganggur dan Persentase Sarjana Menganggur: 1.033.737 (14.3%)
- Agustus 2026
Jumlah Sarjana Menganggur dan Persentase Sarjana Menganggur: 1.033.182 (14.3%)
- Mei 2026
Jumlah Sarjana Menganggur dan Persentase Sarjana Menganggur: 673.485 (8%)
Selain itu, Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (LPEM FEB UI) dalam laporan bertajuk 'Ketika Akses Pendidikan Tinggi Bertambah, Apakah Pasar Kerja Siap?' juga menunjukkan ada 6 bidang studi yang banyak ditemukan di antara pengangguran lulusan S1.
Apabila dilihat dari bidang studi terakhir, pengangguran dengan pendidikan minimal S1 paling banyak berasal dari jurusan manajemen.
Terdapat bidang-bidang studi lainnya yang secara bersama-sama mencakup sekitar 40% dari pengangguran lulusan sarjana. Berikut daftar bidang studi dengan tingkat pengangguran sarjana terbanyak:
1. Manajemen
Persentase: 10.3%
2. Hukum
Persentase: 9.0%
3. Ekonomi
Persentase: 8.7%
4. Pendidikan
Persentase: 7.1%
5. Akuntansi
Persentase: 5.1%
6.Ilmu Komputer/Informatika
Persentase: 4.6%
Berdasarkan data tersebut, terdapat pola yang memperlihatkan pengangguran sarjana cukup banyak berasal dari prodi yang mempunyai cakupan luas dan basis lulusan besar.
Namun, luasnya pilihan pekerjaan tidak lantas proses masuk ke pasar kerja menjadi lebih mudah.
Sumber: Laporan LPEM FEB UI Berjudul “Ketika Akses Pendidikan Tinggi Bertambah, Apakah Pasar Kerja Siap “, BPS (Sakernas), dan Kompas
MASUK PTN